Blogger Template by Blogcrowds

Rekaman Black Box Adam Air

Gambar Data dari Black Box adam Air PK-KI-574

Kemarin waktu jalan -jalan di kaskus ada treat mengenai rekaman black box Adam Air KI-574 yang jatuh di perairan Majena Sulawesi pd tanggal 1 Januari 2007. Dari rekaman yang berhasil di download nggak terbayang bagaimana mereka-mereka yang ada di dlm pesawat tersebut, merinding sampai mendengarnya.

Ini Link kalau mau download MP3 nya rekaman Adam Air http://rapidshare.com/files/133988231/Final_Report_PK-KKW_Release.pdf.html

Dan ini Scripnya rekaman tersebut :

Warning Sound (Pull)
Voice on DHI 574 cockpit : ini ----

ATC: trigana 161, the surface conditions, wind 290 degrees 07 knots, current visibility about 2 until 3 kilo mike, request descent?

in the background (Adam's pilot chatting: ---- ----- headingnya.....ini posisinya dia, di sono.... iya 21 mile) .

TGN 161: say again sir?

ATC: trigana 161, visibility 2 until 3 kilo mike, surface wind 290 degrees 07 knots, runway in use runway 13, confirm ready for approach or make holding waiting for weather improvement?

TGN 161: affirmative, we are make holding

ATC: roger, trigana 161, now fly heading... ee... two six zero expect holding on one five miles mike kilo sierra, radial three one zero mike kilo sierra...

in the background (Adam's pilot chatting: ---- ----- -----, ujung pandang.... bos.... ujung pandang jelas?)

Voice on DHI 574 cockpit: aiyyah.... cuaca di mike kilo sierra (means…. Makassar… ampun deh)

TGN 161: ----heading 260, 15 miles holding, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit: loh, ini DMEnya nih yah...

iya makanya juga ngaconya disitu

nah, ini mike kilo sierra

yah...

ATC: adam 574 confirm maintain heading 070 or tracking to DIOLA?

DHI 574: affirm

mach 74 maintaining 070...

Voice on DHI 574 cockpit : Bearing 074

anginnya dah mulai normal lagi

iyah....

ATC: Syahrizal confirm? (ATC asking for pilot's name)

selamat tahun baru mas....

DHI 574: Gatu

ok dicopy, disampaikan nanti, Insyaallah....

Voice on DHI 574 cockpit: ---- koq DMEmu beda sama DME gambarnya ini

iyah...

ngaco dia tuh brarti

dah ngaco dah emang ...dah ngaco

udah mulai gambar bambu ini

udah, kita percaya ama ini aja deh...

hehehe... iyalah....

---- cewe-cewe

makanya, terlalu jauh banget

----

___noise___

salah lagi ini dia....

----

iya nih

coba.. tolong confirm posisi aja, confirm on radial sekian.. 124 DME gitu

(on the background, FO calling ATC)

ATC: go ahead

---- : ---- ----

DHI 574: roger... adam 574 position is 125 miles mike kilo sierra, crossing radial 307 mike kilo sierra

Voice on DHI 574 cockpit: ok..... that's confirm... that's confirm

affirm

iya khan.. ngaco

ngaco FIDSnya udah ----, FMSnya…

FMS telah mengacaukan dirinya sendiri... UEDANN opo...

oi terbangnya melanglang buana eh....

TGN 161: trigana 161, maintain visibility now

ATC: standby one

Voice on DHI 574 cockpit: ini aja kep yah

coba ini.. apa.. ee.. gw pake ini aja deh untuk navnya, pake ---- audio altitude

yes

yah ini aja

TGN 161: Trigana 161 request visibility now?

ATC: standby one

TGN 161: standby

Voice on DHI 574 cockpit: masuk ke….

fail aja

fail?

yah, vault aja nih

----

ntar attitude (or) altitude aja nih

ada semua ---- cable? (probably AM/Air Mechanic try to repair something on cockpit)

attitude (or) altitude? nggak..

yang laen...

ATC: trigana 161 the visibility 2 until 3 kilo mike and runway change, 290 degrees 08 knots

Voice on DHI 574 cockpit: (Adam's AM: klo angin dan headingnya saja, masukin ini ...)

TGN 161: copied, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit: ---- SELCAL dan altitude

masukin ini

heading brapa nih kep? (FO asking)

zero... zero seven nine yah (captain)

iya

masukin ini keatas

TGN 161: trigana 161, request ILS.. visual at runway 13

ATC: trigana 161, ee.. roger make left turn now heading on zero zero one descent two thousand feet, clear ILS approach runway 13

Voice on DHI 574 cockpit: ini kep?

taro NAV lagi....

TGN 161: trigana 161, ....descent to two thousand confirm?

(in the background, warning sound ....----....)

ATC : affirm

Voice on DHI 574 cockpit: taro NAV lagi, taro NAV lagi....

TGN 161: descent to two thousand, trigana 161

Voice on DHI 574 cockpit: yes?

taro NAV lagi (in the background, WARNING sound .... ---- .... WARNING alarm)

taro NAV lagi

NAV!...... ok kep?

JANGAN DIBELOKIN Nih... kita ---- -----

captain, captain, captain...

(WARNING sign.... ticking....)

aduh kep, kep, kep....

ya, ya...

Allahuakbar....... Allahuakbar........ Allahuakbar…….. Allahuakbar........

DHI 574: Mayday.....

Voice on DHI 574 cockpit: argh...

Allahuakbar....

DHI 574: MAYDAY… MAYDAY…!!

Voice on DHI 574 cockpit: Allahuakbar....

allahuakbar....

(…sounds like windshield kracking…)

argh...

allahuakbar....

NB :
- DHI …. ICAO Code for Adam Air, such as GIA (Indonesia), MNA (Merpati), TGN (Trigana), LNI (Lion)
- Mike kilo sierra = MKS …. Alat bantu navigasi (VOR) di Ujung Pandang
- ATC …. Air Traffic Controller. Dalam percakapan ini adalah suara dari Ujung Pandang Approach (UPG APP).
- DME = Distance Measuring Equipment….. alat bantu penentu jarak ke station tertentu.
- DIOLA…. DR/Dead Reckoning point. Koordinat pada titik tertentu di bumi (used for navigation).
- FO = First Officer…. Copilot.
- FMS = Flight Management System…. Komputer di cockpit yang berfungsi mengatur penerbangan dari pesawat tsb.

Sumber : Kaskus .

Full Colour



Gaung Pemilu sudah ditabuh dan saatnya para kontestan pemilu berlomba-lomba mengenalkan mesin politiknya kepada masyarakat. Salah satu cara untuk mengenalkannya yaitu dengan umbul-umbul/bendera berlambang parpol tersebut.

Tapi yang patut disayangkan adalah penempatan bendera-bendera parpol sudut-sudut jalan protokol yang tampak kurang rapi dan tertata dengan baik sehingga muncul pemandangan yang kurang indah bagi yang melihat terutama turis asing yang datang ke wilayah Batam.

Mungkin sebaiknya pihak yang berwenang secepatnya membuat aturan tentang bagaimana bagusnya tata cara pempatan bendera parpol yang rapi dan indah.

Suku Laut



Suku laut merupakan salah satu masyarakat pribumi yang ada di wilayah Kepulauan Riau. Biasanya mereka hidup diatas perahu dan berkelana dari satu tempat ketempat lain guna mencari ikan. Saat ini mereka adalah suku Pribumi yang terpinggirkan. Secara Historis mereka dahulu adalah perompak (bajak laut) tapi sangat berperan sebagai penjaga selat Malaka untuk Kesultanan yang berada di wilayah Riau dan Semenanjung Malaysia.

Sabtu sore kemarin tampak rombongan suku laut sedang mencari ikan di sekitar teluk dekat komplek tempat tinggalku.

From Negeri Jiran

Foto-foto dari Kuala Lumpur Malaysia


Sunway Lagoon...Theme Park dengan kolam renangnya yang besar dan ada ombak buatan lagi yang bisa dipakai untuk surfing. Diatasnya terdapat hotel dan mall Sunway Pyramid.



Menikmati Kuala Lumpur dari atas KLCC (Twin Tower) .Tempat yang asyik buat refreshing....

Paper Model 3

Beberapa karya hasil iseng-iseng buat paper model,dan tampaknya sudah menjadi hobi.

Model Pesawat jaman PD II yang dipakai AU Inggris, pesawat Spitfire MK II dengan skala 1: 48


Model Helikopter Douphin versi pemula, mau buat versi advance belum terlaksana, skala 1: 48


Model dari kepala Truk Nissan Pengangkut Nakajima Racing Team, skala 1 : 24.

Pasar Seken Sengkuang

Satu lagi lokasi tempat penjualan barang-barang Eks Singapura yaitu di daerah Sengkuang. Disepanjang jalan ini berjejer tempat-tempat penjualan barang eks Singapura. Disini spesial menjual barang-barang perabot rumah tangga seperti meja,kursi,lemari maupun peralatan elektronik seperti Kulkas , TV, mesin cuci dll.




Perabot rumah tangga yang harganya lebih murah dari beli baru dan modelnya bagus-bagus, biasanya barang-barang ini didapat dari hotel-hotel yang ada di Singapura.



TV nya besar-besar oi !, kl cari tv2 14 inch sangat susah disini yang ada malah TV 25 inch keatas dan harganya berkisar mulai 450 ribuan. Begitu juga dengan kulkas sebesar-besar lemari pun
ada disini...

Pesona Batam

Jembatan Tengku Fisabilillah atau yang lebih terkenal dengan jembatan 1 Barelang yang menghubungkan antara P.Batam dengan P.Tonton dilihat dari Pulau Akar


Sisi lain jembatan 1 barelang yang dilihat dari Jembatan 2


Pylon dan Kabel-kabel baja yang menahan lantai Jembatan


Pemandangan sore dari jembatan 1 Barelang

Nama jembatan : Jembatan Tengku Fisabillilah
Panjang : 642 m
Tinggi Lantai : 41 m dari muka air surut
Tinggi Pilar : 123 m dari muka air surut
Type : Cable Stayed Bridge Double Pylon
Kontraktor : PT. PP Indonesia
Perencana : LAPI-ITB

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda