Blogger Template by Blogcrowds

Tampilkan postingan dengan label Oleh2 dari Pulau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oleh2 dari Pulau. Tampilkan semua postingan

Kehidupan Nelayan

Generasi Penerus....


Gagah guna mencapai asa...

Tulang Punggung keluarga...

Foto-foto ini sudah beberapa bulan lalu diambil saat melakukan survey di kawasan P.Galang Batam.

Begitu kerasnya kehidupan nelayan-nelayan saat ini. Jika dahulu menurut mereka untuk mendapatkan ikan untuk dijual kembali sangatlah gampang, tapi saat ini mencari ikan untuk lauk sehari-hari pun cukup sulit di dapat, akibat perubahan ekosistem laut yang terjadi karena pembangunan industri yang terus berkembang di Batam ini.

Harapan mereka saat ini adalah pembangunan boleh jalan terus tapi jangan sampai merusak lingkungan yang menjadi tempat mata pencarian mereka...dan yang lebih penting perlunya perhatian dari pihak-pihak terkait guna memajukan kehidupan mereka sehingga tidak jauh tertinggal dari masyarakat yang berada di perkotaan...

Jejak Sejarah


Prasasti yang dibangun oleh para veteran tentara Jepang yang pernah menjadi tawanan perang di Pulau Galang

Suasana salah satu kampung di Sembulang

Salah satu sisa peninggalan Jepang ?..,tapi beda tahun...kalau Jepang kesini tahun 1945 tapi ini Truk Mitsubishi tahun 1995.. ( ha..ha..ha.. cuma becanda )

Pulau Galang sejak dulu telah terkenal di luar negeri. Pada masa tragedi kemanusiaan di Vietnam pada masa tahun 1970-an pulau galang menjadi salah satu camp penampungan warga Vietnam yang mencoba mencari suaka kenegara-negara lain dan mereka terkenal dengan nama manusia perahu.

Tapi jauh sebelum itu pulau Galang pun pernah menjadi pusat penampungan para tawanan tentara Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II yaitu pada tahun 1945-1946. Daerah Sembulang menjadi salah satu tempat penampungan tawanan perang tersebut.

Sebuah prasasti yang dibangun oleh para veteran tentara Jepang mangungkapkan bahwa pada tahun 1945-1946 sebanyak 112 ribu tawanan berada disini menunggu untuk dikembalikan ke negaranya.

Menurut masyarakat disini, dulu di sekitar pantai Sembulang ini terdapat sisa-sisa kapal laut Jepang yang karam, namun sekarang telah tak ada lagi, sudah di jarah oleh masyarakat dari luar Sembulang. Setiap tahun ada saja para veteran tentara Jepang berkunjung ke kampung ini untuk mengenang kembali masa-masa dulu.

Kampung Atas Air



Salah satu perkampungan di pulau-pulau yang ada di sekitar Batam, hanya ditopang dengan tiang-tiang kayu rumah - rumah diatas air ini bertahan dari badai dan gelombang yang ada. Dengan naiknya harga BBM maka kehidupan masyarakat di pulau semakin memprihatinkan, karena biaya BBM untuk melaut mencari ikan semakin besar dan tidak seimbang dengan hasil yang didapat.

Ayo Ke Sekolah




Beginilah setiap hari yang dihadapi anak-anak sekolah yang ada di sebuah pulau di Batam. Untuk mencari ilmu mereka harus melewati jembatan kayu yang keadaannya sangat memprihatinkan. Jembatan yang kondisinya sudah lapuk dan berlobang disana-sini. Tak jarang ada anak-anak yang terjatuh saat melewati jembatan ini.

Semoga para pemimpin di negara ini sadar dan tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi saja tapi juga memikirkan sesuatu untuk kemajuan bangsa dan generasi penerus.

Rapuh......


Berdiri rapuh di antara gelombang.........

Basah...basah....basah...........



( Foto atas ) Beginilah kalau datang ke pulau yang belum ada pelantarnya, resiko kalau air lagi surut dan kapal tak bisa merapat kepantai terpaksa rela basah-basahan.

(Foto bawah ) Kalau sudah ada pelantar seperti ini jkapal bisa merapat dan tak perlu basah-basahan lagi.

Karena mempunyai banyak pulau maka salah satu wujud pembangunan di Kota Batam adalah dengan membangun Pelantar-pelantar baik pelantar Beton maupun pelantar kayu di daerah-daerah kepulauan ( Hinterland). Semoga dengan di bangunnya pelantar-pelantar seperti ini maka ada nilai positif bagi para penduduk yang tinggal di daerah kepulauan tersebut.

SUNSET DI PULAU PEMPING


Pulau Pemping salah satu Pulau yang ada di Kecamatan Belakang Padang Kota Batam. Dari Pulau ini Singapura pun terlihat dengan jelas. Dari Pelabuhan Sekupang Batam dapat ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan "pancung"atau perahu bermesin sangkut/tempel.

KAPAL FERI


Salah satu sarana transportasi untuk daerah-daerah kepulauan salah satunya adalah dengan kapal kayu. Untuk daerah kepulauan di daerah pulau batam dikenal dengan nama kapal feri. Kapal semacam ini mengangkut penumpang dari pulau-pulau untuk menuju Pulau Belakang Padang. Pulau Belakang Padang merupakan salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura,dan kota terbesar dan teramai kedua setelah kota Batam. Dahulu Pulau Belakang Padang merupakan pusat perdagangan dan pemerintahan sebelum adanya kota Batam.

Postingan Lama Beranda